Nugie - Lentera Jiwa

Texte alternatif

logo

insp
   
• 
Stephenie Meyer - Dari Seorang Ibu Rumah Tangga Menjadi Ratu Fantasi Terbaru
• 
Whoopi Goldberg - Kasih Ibu Yang Menuntun Terang Lentera Jiwa
• 
Larry King - Lentera Jiwa Sang Raja Talkshow Dunia
• 
Mark Zuckerberg - Lentera Jiwa Yang Bersinar Terang Dari Kamar Asrama
• 
Richard Gere - Menolak Beasiswa Demi Lentera Jiwanya
• 
Andrea Hirata - Lentera Jiwa Sang Laskar Pelangi
• 
Martha Tilaar - Lentera Jiwa Yang Bersinar Terang Dari Sebuah Garasi
• 
Larry Page & Sergey Brin - Menemukan Lentera Jiwa Dengan Googling Di Dunia Maya
• 
Bob Sadino - Pengusaha Sukses Yang Bermodal Apa Adanya
• 
Bill Gates - Meninggalkan Harvard Demi Lentera Jiwanya
   
page : 1 | 2 | 3
Lentera Jiwa - By Andy F. Noya


Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power' yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul "Who Moved My Cheese". Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu. Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ‘keju' itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti ‘lentera jiwa' saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

 

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ‘Lentera Jiwa' yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang. Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

 

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patiradjawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. ‘'Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,'' ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat. Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter. Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

 

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. ‘'Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,'' ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ‘'Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,'' katanya.

 

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.

 

(Taken from:http://www.kickandy.com/)

Comment

1
2008-09-04 08:29:05 - bambangpriantono
Apa saya bisa menemukan lentera itu? menemukan yang saya sukai selama ini?


2
2008-09-04 10:19:18 - lina
Aktifitas apa yg dilakukan bang Andy sekarang setelah mengundurkan diri sebagai Pimpred Metro TV?, Bukankah menjadi Jurnalis dgn karir yg sdg dipuncak adalah mengikuti lentera jiwa, karena itu adalah pilihan hati setelah menolak menerima beasiswa ke IKIP PDG?, Ternyata sangat banyak orang tidak bahagia walau karir sangat bagus dan finansial yg mapan, saya maklum dgn semuanya karena saya juga mengalami hal yg sama...Bantu saya menumukan Lentera Jiwa!!


3
2008-09-04 13:03:53 - (admin)
rekan2 sekalian, untuk berinteraksi lebih lanjut dengan andy noya, silakan ke www.kickandy.com


4
2008-09-04 13:05:48 - ernest
menurut saya semua orang pasti bisa menemukan lentera jiwa-nya masing2, hanya saja seperti kata bara pattirajawane, kita ga boleh buru2...biarkan lentera jiwa itu muncul dengan sendirinya, karena orang menemukan lentera jiwanya di waktu yang berbeda-beda...


5
2008-09-05 12:53:51 - Julian a.k.a. Juleee
Saya sudah menemukan Lentera Jiwa saya sejak tahun 1991. Saya sudah memilih sebuah pekerjaan yg dianggap orang banyak tidak menghasilkan. Menjadi pekerja di RADIO adalah sebuah kesenangan jiwa yg gak bisa tergantikan oleh Uang.


6
2008-09-14 18:19:16 - dewi
apa q adl slh1 mahasiswa yg tdk happy karna alsn yg disebut bang andy di atas?sebenarnya tidak, ini adl pilihanq sndr, bkn krn arahan ortu. padahal awalnya q merasa fine2 sj...,aplagi saat setelah q mencintai se2orang yg bijak dan menjadi figure yg baik dan tengah jarang ditemui hamba2 seperti dia di kehidupan masyrkat dewasa ini, kehadirannya menjadi pemicuq u/ blajar, dan menerima hdup ni dgn bahagia. tp smakin mningkat semesterq q, dia telah menemukan jalannya sendiri, yg membuatku semakin yakin bahwa q tak pantas untuknya. lama2 q sadar, dialah sang motivator, q berfikir...klo dia pergi n dah lu2s apa q sanggup hidup tanpa kehadirannya?akhirnya q jd tmbh mls...q jd bingung sendiri, mau jd apa q nanti...mau kerja dimana q nanti... sebenarnya nilaiq jg bisa dibilang lumayan,dan q sngat menikmati matkul serta hr2 dikala q blajar... oh iya, q ingat...kini q jd semakin malas krna tak ada motivator u/ diriku, dia adl so2k yg q kagumi... kini dia semakin jauh dari diriku... lalu bagaimana menghidupkan kembali lentera jiwa ini setelah sang motivator itu pergi...


7
2008-09-18 10:25:55 - Rika
banyak orang2 di sekitar saya yang berat sekali saat saya harus melepaskan pekerjaan yang punya prospek ke depan lebih baik bagi mereka. tapi karena hati ini selalu tidak nyaman, sunyi dan tidak membahagiakan. saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya sekarang dan mencoba mencari lentera jiwa saya. usia saya sudah 22, saya merasa terlambat mencari lentera jiwa dan kebahagiaan saya. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak kan???


8
2008-09-20 12:03:17 - mutiara
sampai sekarang saya msh belum bs menemukan lentera jiwa saya, saya merasa tidak cocok dengan pekerjaan saya sekarang, saya bisa merasa puas bila saya sudah membantu orang lain walau hanya sedikit, saya sanagt suka dengan kegiatan yg memacu adrenalain dan bisa membantu orang banyak, tapi... bila saya keluar dari pekerjaan ini maka tdk ad yg menafkahi keluarga saya lg, tp bila saya terus kan jiwa saya selalu merasa terkekang. apa yg harus saya lakukan????


9
2008-09-22 13:43:14 - Noor
Bagaimana apabila suatu saat kita yakin klo ini lentera hati. Dengan berjalannya waktu... lentera itu meredup dan kita beralih pada lentera yang lain. Apakah ini bisa dinamakan Lentera Hati?????


10
2008-09-24 17:17:22 - Rommy
sampai sekarang saya juga belum merasakan apakah ini sesuai lentera hati, pengennya sih punya usaha sendiri tapi sampai sekarang belum menemukan jalan. dan sekarang masih bekerja sebagai editor video. biarpun kadang bikin pusing tapi dinikmati dulu siapa tahu ketemu jalannya. amin


11
2008-10-06 10:27:04 - sainou
GANBATTE..!! GANBATTE..!! akan ada waktunya bagi setiap orang untuk menemukan lentera jiwanya... sabar...sabar...sabar... dan teruslah mencari sampai hatimu berkata: GOTCHA..!!


12
2008-10-11 08:41:44 - Praz
sampai sekarang saya masih sulit untuk menemukan lentera jiwa, apakah ada trik2 khusus untuk menumbuhkan lentera jiwa tersebut?


13
2008-10-26 11:19:09 - Holan
Langkah awal selalu sulit. Dan sampai saat ini saya juga belumberhasil menemukan lentera saya. Tapi saya tidak akan pernah berhenti, dan setiap desahannafasku adalah sebuah pencarian yang belum berujung. Saya yakin suatu saat saya akan menemukan lentera itu. Keluar dari kondisi kemapaman memang hal yang sangat luar biasa.


14
2008-10-27 19:26:21 - anty
Saya sadar, lentera jiwa terkadang sudah 'terlambat' bagi beberapa orang. Tidak mungkin diumur 28 th masih ingin menjadi penari balet profesional.. Untuk itu saya ingin menciptakan sekolah dengan sistem sejak dini seorang anak sudah dapat menunjukkan minat dan bakatnya, dan kelak akan menjadi lentera jiwanya.. Orang tua yang menyekolahkan anak mereka di sekolah "ciptaan" saya harus konsekuen mengarahkan dan tidak lantas mengingkari minat dan bakat anak-anak mereka (seperti kebanyakan orang2 tua masa kini).. Mudah2an kelak cita-cita saya tercapai..


15
2008-10-27 20:35:22 - cesil
saya ingin menjadi psikolog tetapi keluarga kurang mendukung,hasilnya saya kuliah di jurusan ekonomi dan sekarang mengambil s2 juga di jurusan akuntansi,tetapi saya masih menyimpan cita2 untuk menjadi psikolog,gatau kapan tercapainya,bantu saya menemukan lentera jiwa saya.


16
2008-11-02 07:29:42 - eddoy
Di usia saya 27 tahun, skrg bekerja diperusahaan keluarga yang menggantikan posisi orangtua dan saat ini sedang merasa belum bisa membuat kepuasan dalam diri sendiri. apakah perasaan ini yg dinamakan pencarian lentera jiwa? apakah sudah terlambat? semoga sudah ada konsep-konsep yg dpt mendefinisikan dan membimbing seseorang dalam menemukan lentera jiwanya


17
2008-11-03 14:23:43 - Gina
skarangpun dalam pekerjaan yang saya geluti masih tetap saya cintai,tetapi kehadiaranku dihadapan bosku seperti tidak dihargai,aku seperti ingin berontak dan ingin sekali keluar dari perusahaan ini tapi apa daya sy mash belum menemukan pekerjaan baru untuk saya, karena saya khawatir uang untuk ibuku akan terhenti kalau aku berhenti skarang sebelum aku menemukan pekerjaan yang baru walaupun aku merasa jenuh dan terampas atau terkeluarnya saya dari rel kasih sayang,perhatian dari perusahaan saya... masihkah kutemukan lentera jiwaku? mudah2an yang berbeban anda bisa menemukan lentera jiwa anda dan merasakan kebahagiaan yang sejati...


18
2008-11-04 14:03:00 - Nata
Sampai detik ini saya belum menemukan lenter jiwa saya. Saya juga baca buku Who Moved My Cheese sangat menginspirasi sekali, sampai saya keluar dari pekerjaan saya untuk menemukan cheese lain yang benar-benar saya inginkan. Terkadang musuh terbesar dalam hidup itu diri kita sendiri sulit untuk menaklukan diri kita ini maunya apa? Sekarang saya tetap mencari dan menggali apa yang saya inginkan meskipun saya belum mendapatkan jawabannya, tapi saya tetap yakin bahwa suatu hari saya mendapatkan cheese yang saya inginkan.


19
2008-11-20 23:05:49 - Rani
Aku juga sampai sekarang masih belum bisa ngikutin lentera jiwaku karena suatu hal... aku pingin ngikutin lentera jiwaku, tapi aku gak tahu kapan itu bisa terlaksana... Benar2 bingung...


20
2008-11-27 00:34:50 - endie
Tayangan yang Cerdas dan Mengugah Pikiran.


21
2008-12-06 12:15:58 - lia
bang andy... luar biasa!!! fantastik!!! antusias!!! chayoo!!! smangat!!!


22
2009-01-04 19:44:27 - koco
Hmmmm, saya selalu ragu nih untuk memilih jalan hidup saya. Doakan saya tidak telat lagi memilih kesempatan yang ada di depan mata


23
2009-02-09 12:17:14 - lilik
sampai saat ini saya masih mencari " lentera Jiwa " saya, saya yakin dengan bantuan istri dan anak -anak saya akan dan hampir menemukan lentera jiwa saya.lentera jiwa harus ditebus dengan pengorbanan besar ya bang Andy,..


24
2009-03-23 14:52:03 - eni
sampai sekarang aku belum bisa menemukan cahaya lentera jiwaku. Aku masih berada dalam ketidakjelasan. Aku mahasiswa semester akhir, lagi mengerjakan skripsi,di jurusan kimia. Sejak dulu aku ingin menjadi dokter jiwa, tapi kondisi keluargaku saat aku sma tidak menguntungkan hingga akhirnya aku mengambil kuliah di jurusan kimia lewat jalur pmdk. Kini aku mulai tahu apa yang aku sukai, dunia jurnalistik, tulis menulis dan desain grafis. tapi untuk mewujudkannya apakah mungkin?


25
2009-04-05 13:26:21 - Dindin
saya sebentar lagi keluar dari sma dan sedang menuju tahap selanjutnya yaitu menjadi seorang mahasiswa. "saya suka dengan media"


26
2009-05-08 09:39:52 - hasani
Salut dan acung jempol pada mas andi, pada saat top karir dan nama harum lantas meninggalkannya dan mencari kebahagian dan ketenangan, dan para pekerja seperti mas andi pernah juga saya ketemui yang lain seperti itu, tapi juga di perusahaan swasta juga lho !, namun yang menjadi pertanyaan pada lantera hati kecil saya apakah saya mampu dan bisa seperti mas andi, yang nota bene berada pada sebuah tatanan birokrasi pemerintahan ??????


27
2009-06-21 20:41:22 - rahmat
saya salut bgt pada mas andy,,,,100jempol dech bwt bang andy noya,,,


28
2009-07-14 15:22:20 - Fiqih Fahlevi
Sungguh !!! begitu menggugah dan sesuai sama yang saya rasakan sekarang... jadi nangis baca tulisan ini... :')


29
2009-11-19 19:30:07 - rara aprianty
bung, noya...say apernah baca suatu artikel yg menyebutkan anda pelaku kekerasan (saya lupa majalah apa), bgm anda menanggapi hal itu???



Add Comment

Reply moderated
 
Comment:
 
Nama:
 
Email:
 
Hp:
 
   

security code
Ketik sesuai tulisan yang tertera di atas
     
 

 


logo radio